Wednesday, February 14, 2018

Got Lost

My routine:
Wake up in the moring, go to work, confuse what to do, a lot things to do, and then doing nothing. I don't know how to start, or how to learn.
I go to bookstore, I buy them, I read them, about this job. Then whooze! Dissapearing. 
The book has so many great idea, innovation, give me more knowledge, and guidding me. 
But how to implement them to my project? How's the impact of the book i've read to company, especially to myself. 
Is it usefull? or not?

On the way to city, after rain, gloomy evening.

I got lost
I lost of the meaning of why I do this? for everyday in my messy and dusty desk.
That question  often whispered in my ear by someone I don't know. 
But the answer because has no continouity.
I have no right answer except I was paid for this or I am a permanent employee.
And the other reason is I would say "this is my passion" but I have no desire to say it. Repeat, I have no desire to say it. D*mn!

I need to deeply see why the reason of doing something. Deep and deep. 
Maybe for some people is not important. But I am a feeling person. I have to have a big reason of doing something, and also the purpose.  
Well. Maybe some people say that you waste your time of thinking unimportant thing, just do it because you've paid for your job.

I am not that kind of people, I am a feeling person and it almost 100%. I need know what's the meaning of life, or whatever is it. I still looking for all the reason why I was here. Even I know, that the answer is always on behind. I mean after this is all over. Or when I passed this step or something. 

When you feel like me, don't forget to what a human have to do.
Ikhtiar. Be grateful. 

Monday, January 22, 2018

Dear, Universe!

Dear, universe,
Terima kasih telah memberikan 25 tahun yang luar biasa!

 So, happy birthday for me dulu lah yang udah seperempat abad.

Dulu resolusi pas ulang tahun ke empat adalah: tahun depan gue mau ngerayain jomblo perak pokoknya. Dan konyolnya nggak terjadi. Padahal kalo beneran, saya mungkin lagi jalan-jalan ke Hogwarts. 

Ya tapi, 25 tahun nggak sekedar tentang status jomblo atau nggak sih. Setahun penuh kayaknya saya nggak punya hidup lain selain marketing, proyek, lrt city dan adhi, yang menurut saya jauh lebih berkesan dari pada jalan-jalan ke Hogwarts (boong ding, tetep masih pengen).

Dan momen ulang tahun adalah hal yang biasa saja menurut saya. Tapi terima kasih untuk teman-teman seproyek seperjuangan panas-panasan di proyek yang tak ber AC selama setahun. Hail Sentul!

My LRT City team

Tapi ada yang membuat saya sedih setengah mampus di awal usia ke 25 ini dan menurut saya parah banget.

Saya tidak punya waktu untuk teman-teman dan keluarga, dan hobi juga. Semua waktu tersita di proyek. Entah saya yang salah, atau memang takdirnya begitu.
Terlebih sedih lagi adalah ketika saya telat tahu kalau si Rahmi mau menikah akhir Maret ini. Jadi ceritanya, dia mau cerita langsung, tapi apalah daya, jadwal kami selalu tak pernah berjodoh. Jadi setelah Eta, Sri, Ijah tahu, saya baru tahu belakangan karena di kode dari Eta. Demi apaaaaa.... Akhirnya nelpon Rahmi sambil minta maaf, terus malemnya nelpon Ijah sambil nangis.

Momen ini mak jleb-jleb bikin saya nangis dan menyadari kalau hidup tak sekedar cuma urusan kantor atau proyek. Hellowww, Kiky! Get a life dong! Kamu kemanakan sih hobi kamu, keluarga kamu sama temen-temen kamu? Kamu kemanakan blog ini? Kamu kemanakan cita-cita kamu yang lain?

But well, apa yang terjadi setahun belakangan saya pilih sebagai pelajaran saja. Tidak perlu disesali dan tetap bersyukur. Tapi saya punya resolusi buat get a life. Kembali ke dunia yang lama. Banyakin jalan-jalan. 

Oh take me back to the start~


while listening to
The Scientist - Coldplay

Friday, January 5, 2018

a present

Present adalah sebuah kata yang berarti hadiah yang tampak secara kongkrit. Entah apakah kata present atau gift yang cocok untuk menggambarkan 2017 kemarin ini, tapi anggaplah hadiah-hadiah yang diberikan kepada saya adalah kongkrit.

Alhamdulillah 2017 yang luar biasa. Singkat cerita setahun kemarin saya resmi bekerja di perusahaan BUMN dan hampir seluruh waktu dihabiskan memikirkan proyek. Tiga bulan terakhir dipenuhi rutinitas event kawasan yang membuat saya akhirnya jenuh sampai ke penghujung tahun. Dan di akhir tahun ini saya memilih bertemu dengan SDM untuk konsultasi.

Jadi grafik semangat diawal tahun masih tinggi dan makin ke belakang makin turun.  Agak sedikit sesuai dengan hasil test kreaplin waktu itu. Saya menyadari bahwa makin kesini  mereasa makin introvert. Kehidupan proyek ini membuat tidak punya me time, karena pagi-siang-malam-sampai pagi lagi, saya bertemu dengan orang-orang yang sama dan membuat sangat lelah, dan jeuh. Saya kadang harus pergi sendiri, entah belanja atau nonton sendiri demi memulihkan energi. Entahlah kenapa gini amat -_-"


Diawal tahun ini ada beberapa hal yang telah saya renungi. Setelah sebelumnya akhirnya sharing dengan atasan saya tentang karir, kejenuhan, semangat, cita-cita, jobdesc dan tentu saja marketing. Sedikit mendapat pencerahan dan semangat baru, saya berdoa di tahun ini saya dapat menjalankan kewajiban dan tanggung jawab saya sebaik mungkin. Mengingat saya sudah bukan seorang anak MT, melainkan sudah menyandang status pegawai tetap, karir di depan sudah menunggu insan-insan yang siap duluan menyandang jabatan.

Down, sebagai pegawai baru setahun memang wajar menurut saya. Tapi bukan berarti jalan sudah berhenti disitu. Ada kalanya kita down karena jenuh akan rutinitas, itu yang dirasakan. Ada kalanya saya down karena "kok gue ngerjainnya gini-gini aja sih? kalo gini doang mah gak butuh arsitek." sesombong itu saya. But well, ketika kamu bisa mikir seperti itu, bukan hanya kamu sombong, mungkin disisi lain, kita memang sudah benar-benar memahami dan pantas untuk mengerjakan sesuatu yang lebih dari itu. Seperti sekolah, ketika kamu sudah menguasai pelajaran kelas 1, kita akan naik kelas 2. Dan seterusnya. That's what we call: kompetensi.

Gila kayaknya gue lebih cocok jadi SDM dibanding marketing. (amin)

Tulisan jadi bertubi-tubi padahal intinya mau mengucapkan
WELCOME TO 2018!



Royal Sentul Park - LRT City Sentul 

Monday, September 4, 2017

Personal Time

Hai there!
Sudah terlalu lama nggak mainan blogger. Apa kabar?



Home Stationary storage - Furniture Home Idea Storage and Organization on Creative Home Idea. Com
source: pinterest

Sedikit mau berbagi kabar diri saya yang sudah jauh dari kehidupan blogger dan sosial media lain.

Rutinitas dan pekerjaan sering membuat saya lupa dengan diri saya sendiri. Jam kerja full dari pagi sampai malam nonstop membuat saya lupa dengan hobi yang dulu sering saya seriusi. Ah ibu kota. Walaupun begitu, this is my dream sih, jadi saya enjoy dengan kehidupan karir ini. Efek samping terlalu 'menikmati' pekerjaan saya adalah posting di instagram hampir nggak pernah di update oleh coret-coretan watercolor lagi. Sedih ya. Jadi kayak nggak produktif sama sekali keliatannya. Padahal produktifnya di tempat lain.

Awal bermain cat air dulu adalah karena saya jenuh dengan rutinitas kuliah dan mencari pelarian. Kalau kata seseorang, ketika kamu sudah tidak mencari pelarian, berarti kamu sudah fokus dan totalitas di hal itu. Mungkin saya sudah fokus di bidang yang sekarang saya geluti.

Saya bekerja di bidang marketing. Dream come true. Semua yang saya lakukan disini adalah hobi saya. Saya suka mendesain, saya suka merencanakan, saya suka membuat plan, saya suka membuat buku, event dan banyak lagi. Saya suka suatu bidang yang dinamis, bukan ilmu pasti. Marketing mengajarkan saya banyak hal dan selalu ada hal baru untuk dipelajari.

Mungkin di awal karir memang harus menyita seluruh waktu dan tenaga. I love my job. Saya suka dinamika antara proyek - departemen - event dan semua yang berhubungan dengan pekerjaan saya.
Pekerjaan marketing menurut saya jauh dari kata membosankan (kecuali admin).

Tapi sebagai manusia kadang saya selalu butuh personal time untuk mengembangkan diri di bidang lain. Saya merindukan kuas dan cat air. Dan hari dimana saya bisa seharian mencorat-coret kertas canson. Saya rindu menggila menggambar perempuan dengan bunga di mata. Atau membuat wajah-wajah abstrak. Mencampur warna merah dan biru. Ah saya merindukan itu semua.

Tapi apalah daya, mess kantor saya tidak mendukung adanya personal time dan personal space, jadi saya tidak bisa menjadi diri saya dikala muda dulu (halah!). Pulang selalu malam dan bangun pagi selalu antri mandi. Hahaha!

Saya pikir setiap orang butuh personal time. Atau me time kalau bahasa kekinian. Masing-masing orang berbeda kebutuhan personal time nya. Bisa jadi belanja, berkumpul dengan teman, kalau saya sih cukup berdiam diri di kamar sambil cari ide atau berpikir, melukis atau membaca, yang penting: sendirian.



So, I challenge myself to make 5 watercolor pictures on this September. And I am so ready!

Saturday, July 8, 2017

hai, kamu





Terlalu klise kalo saya nulis liriknya Jason Mraz- Lucky I'm in love with my bestfriend.
Yang jelas, saya bahagia kalau Miftah ada di dekat saya. Begitulah singkatnya. 


Terima kasih, dan mari berjuang bersama :')